Update Berita Tentang Korupsi Alkes Terbaru (29 Maret 2012)

JAKARTA, 18/3 - RATNA DEWI DIPERIKSA. Mantan Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar Kemenkes Ratna Dewi Umar meninggalkan gedung setelah menjalani pemeriksaan lanjutan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (18/3) Ratna Dewi Umar kembali diperiksa dan mengakui ada penunjukan langsung dalam pengadaan alat kesehatan untuk penanganan wabah flu burung dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan alat kesehatan pada tahun 2006. FOTO ANTARA/Reno Esnir/Koz/mes/11.

JAKARTA, KOMPAS.com —Icha Rastika | Heru Margianto : Kamis, 29 Maret 2012 | 10:42 WIB

KPK Kembali Periksa Siti Fadilah Supari

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memeriksa mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Kamis (29/3/2012). Anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu dimintai keterangan untuk mantan anak buahnya, Direktur Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Ratna Dewi Umar yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan penanggulangan flu burung di Depkes 2006.

Fadilah tiba di gedung KPK, Jakarta, sekitar pukul 09.30 didampingi seorang stafnya. Ia mengatakan, kedatangannya hari ini untuk melengkapi berkas pemeriksaan Ratna Dewi Umar. “Hanya untuk melengkapi kelengkapan berkas mantan anak buah saya,” kata dia.

Ratna hari ini juga memenuhi panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Dia mengaku tidak tahu menahu soal keterlibatan Siti Fadilah Supari dalam kasusnya. “Saya tidak tahu,” ujar Ratna singkat.

Senin (26/3/2012), KPK memanggil Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih terkait kasus ini. Endang dipanggil dalam kapasitasnya sebagai Kepala Balitbang Biomedis dan Farmasi Departemen Kesehatan saat pengadaan alkes flu burung itu terjadi.

Karena Endang sakit, pemeriksaannya dijadwalkan ulang menjadi pekan depan. Dalam kasus pengadaan alkes 2006 ini, KPK menetapkan Ratna Dewi Umar sebagai tersangka bersama Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik Depkes Mulya A Hasyim. Keduanya dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengadaan alat kesehatan yang angggarannya diduga digelembungkan.

Akibat penggelembungan anggaran tersebut, negara diduga mengalami kerugian sekitar Rp 52 miliar. Selain terkait kasus pengadaan alkes flu burung 2006, Siti Fadilah Supari juga pernah dipanggil KPK terkait kasus dugaan korupsi penanggulangan virus flu burung pada tahun 2007.

Dalam kasus tersebut, KPK menetapkan mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes Rustam Syarifuddin Pakay sebagai tersangka. Rustam. yang kini menjabat sebagai salah satu direktur di Rumah Sakit Kanker Dharmais, diduga memperkaya diri sendiri atau orang lain.

Sumber : Kompas.com

Jakarta-Yustisi.com:  Kamis, 29 Maret 2012 pukul 10:51 

Bekas Menkes Siti Fadilah diperiksa KPK

Bekas Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari kembali menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jakarta, Kamis (29/03) berkait korupsi alat-alat kesehatan.

Siti diperiksa dalam kapasitasnya sebagai sebagai saksi dalam dugaan korupsi alat-alat kesehatan di Departemen Kesehatan (Depkes) tahun 2006, yang diduga merugikan negara sekitar Rp52 miliar.

“Saya hanya melengkapi berkas pemeriksaan anak buah saya (Ratna Dewi Umar-red),” ujarnya kepada wartawan, di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/03).

Sebelumnya, KPK juga telah memeriksa Siti Fadilah Supari dalam dugaan korupsi penanggulangan virus flu burung pada tahun 2007. Dalam kasus tersebut, KPK menetapkan mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes, Rustam Syarifuddin Pakaya, sebagai tersangka.

Tersangka Rustam yang kini menjabat sebagai direktur di RS Kanker Dharmais diduga telah memperkaya diri atau orang lain pada proyek pengadaan alat kesehatan.

Pada proyek tersebut, Rustam bertindak sebagai kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen karena melanggar pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 UU Pemberantasan Korupsi.

Dalam kasus dugaan korupsi alat kesehatan, KPK juga telah memanggil Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, namun tidak pernah hadir dengan alasan sakit.

Pemeriksaan Endang dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Balitbang Biomedis dan Farmasi di Departemen Kesehatan.

Sumber : Yustisi.com

Tribunnews.com – Kamis, 29 Maret 2012 12:40 WIB

Berkali-kali Diperiksa KPK Ratna tak Tahu Kasusnya

dok.tribunnews
KPK

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Mantan Direktur Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Ratna Dewi Umar mengaku tak tahu mengenai kasus yang menderanya. Padahal, dirinya telah berkali-kali menjalani pemeriksaan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Wah, saya tidak tahu itu,” ujarnya Ratna saat ditanyai perkembagan kasusnya dan beberpa kasus di kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelum menjalani pemeriksaan KPK, kamis (29/3/2012).

Selain Ratna, hari ini Mantan Menkes RI, Siti Fadillah juga mmelakukan pemeriksaan KPK. Siti diperiksa sebagai saksi untuk Ratna pada kasus dugaan korupsi alat kesehatan penanggulangan wabah flu burung tahun 2006 lalu.

Seperti diketahui, KPK menduga adanya praktik korupsi dalam alat kesehatan penanggulangan wabah flu burung pada 2006 lalu, dengan tersangka Ratna Dewi Umar.

KPK juga sempat memanggil Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih terkait kasus ini. Endang tidak memenuhi panggilan penyidik KPK dengan alasan sakit. Endang dipanggil dalam kapasitasnya sebagai Kepala Balitbang Biomedis dan Farmasi Departemen Kesehatan.

Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan untuk penanggulangan wabah flu burung di Departemen Kesehatan (Kementerian Kesehatan) tahun 2006 ini, KPK juga menetapkan Mulya A Hasyim sebagai tersangka.

Mulya merupakan Sesditjen Bina Pelayanan Medik Depkes 2006. Keduanya dianggap sebagai pihak bertanggung jawab atas pengadaan alat kesehatan yang anggarannya digelembungkan itu.

Ditaksir, negara merugi Rp52 miliar akibat pengadaan alkes 2006 ini. Namun hingga saat ini, keduanya belum juga ditahan oleh penyidik.

Penulis: Edwin Firdaus  |  Editor: Rachmat Hidayat
Sumber : Tribunnews

Fajar Pratama – detikNews : Kamis, 29/03/2012 13:49 WIB

Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Diperiksa untuk 4 Kasus

Jakarta Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari kembali menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Siti, dirinya harus harus bolak-balik karena memberikan keterangan empat kasus yang menjerat anak buahnya, Ratna Dewi Umar.”Saya memberikan keterangan tentang kasusnya anak buah saya, yang sebelumnya sudah menjadi tersangka tiba-tiba pertengahan 2010,” kata Siti usai menjalani pemeriksaan KPK, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Kamis (29/3/2012).

Siti yang diperiksa sekitar dua jam ini mengatakan, Ratna menjadi tersangka kasus korupsi dalam kasus pengadaan alat kesehatan untuk penganan wabah flu burung di Departemen Kesehatan (sekarang Kementerian Kesehatan). Ratna, lanjut Siti, juga tersangkut dalam kasus alat kesehatan tahun 2006 dan 2007. Ada juga kasus terkait pembelian zat-zat kimia “Sejak itu kan saya memberikan keterangan jadi berbeda- beda (kasus) memberikan keterangan setiap masalah ada empat masalah beliau, dimana saya harus memberikan keterangan,” ujarnya.

Siti hari ini dipanggil sebagai saksi untuk penyidikan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan, yakni Reagen dan Consumable untuk penanganan wabah flu burung tahun 2007 dengan tersangka Ratna Dewi Umar. Dalam kasus ini, Ratna menjabat sebagai Direktur Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI Tahun 2007 ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan alat kesehatan flu burung.KPK menduga telah terjadi penggelembungan harga sehingga merugikan keuangan negara mencapai Rp 52 miliar.

Sumber : detikNews

Tribunnews.com – Kamis, 29 Maret 2012 17:13 WIB

Ratna ungkap Peran Menkes Endang

TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Menter Kesehatan RI Endang Rahayu Sedyaningsih

Ratna Dewi Umar, tersangka dugaan praktik korupsi alat kesehatan penanggulangan wabah flu burung pada 2006, enggan berkomentar banyak terkait pemeriksaannya oleh Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sudah ya saya capek,” ujar Ratna mengawali percakapan saat ditanyai wartawan usai menjalani pemeriksaan di Kantor KPK, Jakarta Kamis (29/3/2012).

Namun, para pewarta terus menghujani dirinya dengan berbagai pertanyaan. Seperti halnya dengan pertanyaan seputar peran Menteri Kesehatan, Endang Rahayu yang juga sebelumnya dipanggil sebagai saksi pada kasus ini.

“Saya gak ngerti apa-apa, beliau (Endang Rahayu) dipanggil kaitannya apa, yang saya tahu, yang jelas tahun 2007 beliau sebagai kepala pusat Litbang Biomedis Farmasi ketika Pengadaan alkes tahun 2007, terang wanita yang menjabat sebagai Direktur Bina Pelayanan Medik di Kemenkes itu.

Sebelumnya, pada kasus pengadaan alkes penanggulangan flu burung tahun 2006 ini, KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni, Direktur Bina Pelayanan Medik Kemenkes Ratna Dewi Umar dan Sesditjen Bina Pelayanan Medik Depkes 2006 Mulya A Hasyim.

Pada kasus ini juga KPK berhasil menemukan praktik penggelembungan harga alat kesehatan yang ditaksir telah merugikan negara hingga Rp 25 Miliar.

Penulis: Edwin Firdaus  |  Editor: Johnson Simanjuntak
sumber : Tribunnews.com

Fajar Pratama – detikNews : Kamis, 29/03/2012 18:30 WIB

Tersangka Korupsi Alkes Flu Burung Seret Nama Menkes Endang

Jakarta Tersangka kasus pengadaan alat kesehatan flu burung Ratna Dewi Umar menyebut ada kaitan kasusnya dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedianingsih. Hal tersebut terkait dengan jabatan Endang sebagai Kepala Pusat Litbang Biomedis dan Farmasi ketika pengadaan tersebut berlangsung.

“Saya tidak mengerti apa-apa kenapa beliau (Endang) dipanggil kaitannya apa. Yang saya mengerti, yang jelas tahun 2007 beliau sebagai Kepala Pusat Litbang Biomedis dan Farmasi ketika pengadaan tahun 2007,” kata Ratna Dewi Umar usai diperiksa KPK, Kamis (29/3).

Menurut Ratna, perihal pengadaan obat-obatan penanganan flu burung memang tanggung jawab bagian litbang kesehatan. “Itu memang tanggung jawab bagian Litbang kesehatan,” ujar Ratna.

Seperti diketahui, Endang Rahayu adalah koordinator penelitian flu burung tahun 2006 dan menjabat sebagai Direktur Litbang Biomedik dan Farmasi pada tahun 2007. Endang juga telah dipanggil KPK terkait kasus ini, namun urung hadir dengan alasan sakit.

Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan flu burung tahun 2006, KPK telah menetapkan Direktur Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI Tahun 2007, Ratna Dewi Umar sebagai tersangka. Dengan dugaan telah terjadi mark up (penggelembungan) harga. Sehingga merugikan keuangan negara mencapai Rp 52 miliar.

Kemudian, pelaksanaan pengadaan reagen dan consumable penanganan virus flu burung dari DIPA APBN-P pada Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI TA 2007 sendiri tengah didalami oleh KPK.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Menkes Endang belum bisa dikonfirmasi.

sumber : detiknews

JAKARTA, KOMPAS.com – Icha Rastika | Laksono Hari W | Kamis, 29 Maret 2012 | 20:16 WIB

Tersangka Ratna Seret Menkes Endang

JAKARTA, KOMPAS.com – Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) penanggulangan wabah flu burung di Departemen Kesehatan, Ratna Dewi Umar, mengaku tidak tahu peran Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam kasus yang melilitnya. Namun, menurut Ratna, pengadaan alkes flu burung pada 2007 tersebut merupakan tanggung jawab Pusat Litbang Biomedis Farmasi yang saat itu dikepalai oleh Endang.

“Yang jelas, itu domainnya Litbangkes,” kata Ratna seusai menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, di Jakarta, Kamis (29/3/2012).

Mantan Direktur Bina Pelayanan Medik Depkes itu juga mengatakan, sebelum menjadi Kepala Badan Litbang Biomedik dan Farmasi, Endang pernah menjadi koordinator penelitian flu burung pada 2006. Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alkes flu burung, Ratna diduga menyalahgunakan kewenangannya selaku kuasa pengguna anggaran sekaligus pejabat pembuat komitmen. Ia dianggap bertanggung jawab atas proyek pengadaan yang harganya digelembungkan hingga merugikan negara Rp 32 miliar.

Terkait penyidikan kasus ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan Endang sebagai saksi untuk Ratna pada Senin (26/3/2012) lalu. Namun, pemeriksaan tersebut ditunda hingga pekan depan karena Endang sakit.

Selain memanggil Endang, KPK juga memeriksa mantan Menkes, Siti Fadilah Supari. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu berkali-kali dimintai keterangan sebagai saksi bagi mantan anak buahnya itu. Berkali-kali pula Siti mengaku tidak terlibat dalam proses pengadaan proyek alkes flu burung tersebut.
Sumber: Kompas.com


KPK Kembali Periksa Siti Fadilah Supari

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memeriksa mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Kamis (29/3/2012). Anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu dimintai keterangan untuk mantan anak buahnya, Direktur Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Ratna Dewi Umar yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan penanggulangan flu burung di Depkes 2006.

Fadilah tiba di gedung KPK, Jakarta, sekitar pukul 09.30 didampingi seorang stafnya. Ia mengatakan, kedatangannya hari ini untuk melengkapi berkas pemeriksaan Ratna Dewi Umar. “Hanya untuk melengkapi kelengkapan berkas mantan anak buah saya,” kata dia.

Ratna hari ini juga memenuhi panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Dia mengaku tidak tahu menahu soal keterlibatan Siti Fadilah Supari dalam kasusnya. “Saya tidak tahu,” ujar Ratna singkat.

Senin (26/3/2012), KPK memanggil Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih terkait kasus ini. Endang dipanggil dalam kapasitasnya sebagai Kepala Balitbang Biomedis dan Farmasi Departemen Kesehatan saat pengadaan alkes flu burung itu terjadi.

Karena Endang sakit, pemeriksaannya dijadwalkan ulang menjadi pekan depan. Dalam kasus pengadaan alkes 2006 ini, KPK menetapkan Ratna Dewi Umar sebagai tersangka bersama Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik Depkes Mulya A Hasyim. Keduanya dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengadaan alat kesehatan yang angggarannya diduga digelembungkan.

Akibat penggelembungan anggaran tersebut, negara diduga mengalami kerugian sekitar Rp 52 miliar. Selain terkait kasus pengadaan alkes flu burung 2006, Siti Fadilah Supari juga pernah dipanggil KPK terkait kasus dugaan korupsi penanggulangan virus flu burung pada tahun 2007.

Dalam kasus tersebut, KPK menetapkan mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes Rustam Syarifuddin Pakay sebagai tersangka. Rustam. yang kini menjabat sebagai salah satu direktur di Rumah Sakit Kanker Dharmais, diduga memperkaya diri sendiri atau orang lain.

Sumber : Kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: