ECT bisa membantu menangani Depresi (ECT can help depression)

After 70 years of conjecture, there is finally proof that Electroconvulsive Therapy works on the cognitive illness

Setelah lebih dari 70 tahun dugaan, akhirnya ada bukti bahwa Terapi Electroconvulsive bekerja pada penyakit kognitif

The controversial procedure of inducing an electronically produced seizure in depression sufferers has now been shown to have empirical validity, according to scientists at the University of Aberdeen.

Suatu prosedur kontroversial yang merangsang pengejangan  secara elektronis pada penderita depresi kini memiliki validitas secara empiris, demikian diungkapkan oleh para ilmuwan di University of Aberdeen.

For years, ECT has been surrounded by severe criticism and controversy due to the level of distress it has to put on a patient’s body to possibly achieve results. Because of this, and the lack of hardcore evidence to prove a strict link to depression, the therapy has been widely discredited amongst experts.

Selama bertahun-tahun, ECT menuai berbagai kritik pedas dan perdebatan-perdebatan karena penderitaan yang dialami pasien dengan meletakkannya pada tubuh pasien yang mungkin mendapatkan hasil. Dan karena kurangnya bukti-bukti nyata yang mampu menunjukkan keterkaitan terhadap depresi, terapi ini telah didiskreditkan di kalangan para ahli.

However, clinicians in Scotland can now show that ECT treatment can turn down connectivity between the areas of the brain that are thought to control the mood aspects of a person’s personality.

Meskipun demikian, seorang dokter di Skotlandia mampu memperlihatkan bahwa dengan perawatan ECT mampu menghambat koneksi pada bagian otak yang diperkirakan mengendalikan aspek mood dari kepribadian seseorang.

By doing this, it is hoped that the individual’s symptoms would subside relatively quickly as a consequence of the hyper connectivity being reduced.

Dengan melakukan hal ini, diharapkan bahwa gejala-gejala pada individu tersebut akan relatif lebih cepat reda karena pemacu konektivitasnya dikurangi.

This hyper connectivity refers to the link between the emotional nerve centre and the mood changing parts of the brain, and contrary to previously common misconception, up to 85 percent of sufferers have been seen to recover completely from their symptoms.

Pemacu konektifitas ini merujuk kepada keterkaitan antara saraf pusat emosional dan bagian otak yang berperan dalam perubahan mood, dan membantah kesalahpahaman umum yang terjadi sebelumnya, dimana sampai 85 persen penderita telah terlihat pulih sepenuhnya dari gejala mereka.

The treatment is still likely to have its critics, however, until there is more evidence to suggest that depression sufferers won’t relapse further down the line.

Pengobatan ini masih cenderung menuai kritik, meski bagaimanapun juga, sampai terkumpul lebih banyak bukti yang mampu menunjukkan bahwa para penderita depresi tersebut tidak akan mengalami kekambuhan kembali di masa mendatang.

This has been a constant downfall to the current popular treatments such as psychotherapy and antidepressants. Both have enjoyed success in reducing the symptoms, if not curing the patient altogether. But as yet, neither has been able to ensure that the illness won’t return, and like most medicinal drugs, antidepressants are also met with trepidation by the general public.

Hal ini telah menjadi penyebab jatuhnya terapi yang populer saat ini seperti psikoterapi dan antidepresan. Keduanya telah mencapai keberhasilan dalam menurunkan gejala,  walau tidak menyembuhkan si pasien sepenuhnya. Namun seperti yang sekarang terlihat tak ada yang bisa untuk menjamin bahwa penyakit tersebut tidak akan kembali, dan seperti obat-obatan, antidepresan juga masih diragukan oleh masyarakat umum.

Aberdeen’s finest are now confident though, that they may have made a genuine breakthrough in the overall treatment of the disease.

Aberdeen’s percaya saat ini adalah yang paling baik, dan mereka mungkin telah membuat suatu terobosan terbaru secara keseluruhan dalam pengobatan  penyakit tersebut.

“As far as we know no-one has extended that ‘connectivity’ idea about depression into an arena where you can show a treatment clearly treating depression, changing brain connectivity,” said Ian Reed, professor of psychiatry at the University of Aberdeen.

“Sejauh yang kami tahu belum ada yang menyampaikan bahwa ide ‘konektivitas’ mengenai depresi ke dalam sebuah arena di mana Anda dapat menunjukkan dengan jelas pengobatan depresi, mengubah konektivitas otak,” seperti yang disampaikan Ian Reed, seorang profesor psikiatri di University of Aberdeen.

“For the first time we can point to something that ECT does in the brain that makes sense in the context of what we think is wrong in people who are depressed,” he continued.

“Untuk pertama kalinya kita mampu menunjukkan sesuatu yang dilakukan ECT pada otak yang masuk akal dalam konteks yang kita anggap keliru pada penderita yang menderita depresi,” lanjutnya.

source: http://www.healthcareglobal.com/healthcare_technology/ect-can-help-depression

2 Comments

  1. I think you have remarked some very interesting details , appreciate it for the post.

Trackbacks

  1. Definisi Alat-Alat Kesehatan (Neurology, FDA) « Hana Medical Consulting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: