Olympus Akhirnya Meluncurkan Produk Endoscopy Terbarunya

(Reuters) – Japan’s scandal-hit Olympus Corp on Wednesday unveiled three new medical products it hopes will help it out of the crisis left by a huge accounting fraud which erupted last year, threatening to destroy the 92-year-old firm.

By Yoko Kubota

Oleh Yoko Kubota

TOKYO | Wed Mar 21, 2012 6:26am EDT

Perusahaan Olympus pada hari Rabu, 21 Maret 2012 akhirnya meluncurkan tiga produk medis baru yang diharapkan akan membantu untuk keluar dari krisis sejak kasus besar Fraud akuntansi yang terbongkar tahun lalu yang mengancam kehancuran perusahaan berumur 92-tahun itu.

Better known for its cameras, the company is pinning its future on medical equipment and in particular diagnostic endoscopes in which it already controls about 70 percent of the global market.

Lebih dikenal untuk produk-produk kameranya, Olympus akan menggantungkan masa depannya pada peralatan medis dan endoskopi diagnostik di mana produknya sudah menguasai sekitar 70 persen dari pasar global.

“Without growth in our medical business, I do not think there will be a revival for Olympus,” Hiroyuki Sasa, the firm’s president-nominee and head of Olympus’s medical equipment marketing business, said at an event for the product launch.

“Tanpa pertumbuhan dalam bisnis medis kami, saya tidak berpikir akan terjadi kebangkitan kembali untuk Olympus,” kata Hiroyuki Sasa, calon presiden perusahaan tersebut dan kepala bisnis pemasaran peralatan medis Olympus, pada sebuah acara peluncuran produk.

It has survived has the $1.7 billion fraud case that surfaced last October in one of Japan’s worst corporate scandals, partly because its profitable medical business, which accounts for about 40 percent of total sales.

Perusahaan ini mampu bertahan setelah kasus fraud senilai USD 1.7 Milyar yang terbongkar pada Oktober lalu sebagai salah satu skandal terburuk Perusahaan Jepang, Hal tersebut dikarenakan sebagian bisnis medisnya menguntungkan, yang menyumbang sekitar 40 persen dari total penjualan.

But the company has been unable to shake off criticism of its management, with foreign shareholders pressing their demands for an independent board.

Meskipun demikian perusahaan belum mampu melepaskan diri dari kritikan manajemen, dengan para pemegang saham asing yang menekan dengan tuntutan mereka untuk pembentukan sebuah dewan independen.

Sasa, also an executive officer, was nominated by Olympus in February to become president and take over from Shuichi Takayama who has been sued by the firm for mismanagement.

Sasa, yang juga seorang pejabat eksekutif, dinominasikan oleh Olympus di bulan Februari menjadi presiden dan mengambil alih dari Shuichi Takayama yang telah digugat oleh perusahaan karena kesalahan manajemen.

Olympus also nominated a new board, including a former banker from its main lender Sumitomo Mitsui Banking as chairman.

Olympus juga menominasikan dewan baru, termasuk mantan bankir pemberi pinjaman utama dari Bank Sumitomo Mitsui sebagai ketua.

But a group of foreign shareholders, who want a board free from the influence of the company’s creditors, demanded a more independent chairman.

Tetapi sekelompok pemegang saham asing, yang menginginkan agar dewan bebas dari pengaruh kreditur perusahaan, menuntut chairman lebih independen.

“The proposed Chairman’s and certain other proposed board members’ close connection with Olympus’ main banks gives rise to a potential conflict of interest,” the shareholders, including Southeastern Asset Management and Indus Capital, said in an emailed statement.

“Chairman yang diusulkan dan sebagian yang diusulkan sebagai anggota dewan yang memiliki ‘hubungan dekat dengan Bank utama Olympus’ akan menimbulkan potensi konflik kepentingan,” pemegang saham, termasuk Southeastern Asset Management dan Indus Capital, mengatakannya dalam sebuah pernyataan email.

“To accept a bank-led rehabilitation would be a setback, in our view, to the interests of shareholders, as well as to the earnest efforts of the Japanese Financial Services Agency and the Tokyo Stock Exchange to improve corporate governance standards in Japan.”

” Dalam pandangan kami, untuk menerima rehabilitasi yang dipimpin bank akan menjadi sebuah kemunduran, untuk kepentingan pemegang saham, serta upaya sungguh-sungguh oleh Badan Layanan Keuangan Jepang dan Bursa Saham Tokyo dalam meningkatkan standar tata kelola perusahaan di Jepang.”

A regulatory filing showed last week that Southeastern had cut its stake in Olympus to 3.95 percent from 5.09 percent.

Sebuah aturan yang berlaku pekan lalu menunjukkan bahwa Southeastern telah memotong kepemilikannya di Olympus untuk 3,95 persen dari 5,09 persen.

Foreign shareholders are worried that creditors could push Olympus into a big, dilutive sale of new equity, possibly to another Japanese company eager to gain some exposure to its profitable endoscope business.

Pemegang saham asing khawatir bahwa kreditor bisa mendorong Olympus ke dalam sebuah perjanjian jual dilutif, besar dari ekuitas baru, yang memungkinkan perusahaan Jepang lain memperoleh beberapa keuntungan bisnis endoskopi.

Among firms rumored to be interested in making a strategic investment in Olympus are electronics firms Sony Corp and Panasonic Corp and rival endoscope maker Fujifilm Holdings Corp.

Di antara perusahaan-perusahaan, yang dikabarkan tertarik untuk membuat investasi strategis di Olympus adalah perusahaan elektronik Sony Corp dan Panasonic Corp dan saingan pembuat endoskopi Fujifilm Holdings Corp

The nominees for Olympus’s new management team are subject to approval at the firm’s April 20 shareholders’ meeting.

Para nominator untuk tim manajemen baru Olympus merupakan persetujuan yang akan berlangsung pada pertemuan pemegang saham perusahaan 20April.

REBUILDING WITH MEDICAL DEVICES

MEMBANGUN KEMBALI DENGAN PERANGKAT MEDIS

Olympus launched three new products – a gastrointestinal video endoscopy system, a low-cost endoscopic videoscope system and a blood vessel sealing and tissue cutting device, all aimed at overseas markets.

Olympus telah meluncurkan tiga produk baru yakni – sebuah gastrointestinal video endoscopy system, sebuah low-cost endoscopic videoscope system dan sebuah blood vessel sealing serta tissue cutting device, yang seluruhnya ditujukan untuk pasar luar negeri.

The release of EVIS EXERA III, the gastrointestinal video endoscopy system for overseas including United States, Europe and Asia but excluding Japan and Britain, came seven years after the previous generation product was launched.

Peluncuran EVIS EXERA III, sistem video endoskopi gastrointestinal untuk luar negeri seperti Amerika Serikat, Eropa dan Asia, kecuali Jepang dan Inggris, yang hadir setelah tujuh tahun produk generasi sebelumnya diluncurkan.

For Britain and Japan, Olympus in 2006 released a similar but separate platform called EVIS LUCERA SPECTRUM and plans to launch a new generation product in the next fiscal year ending March 2013.

Untuk Inggris dan Jepang, Olympus pada tahun 2006 merilis sebuah platform yang sama tetapi terpisah yang disebut EVIS Lucera SPEKTRUM dan berencana untuk meluncurkan produk generasi baru di tahun fiskal berikutnya yang berakhir Maret 2013.

Olympus also released a low-cost endoscopic videoscope system, named Axeon, for emerging markets including China and India, as well as an energy-based surgical device, called Thunderbeat, the first product in the world that seals vessels and cuts tissues using both bipolar high frequency and ultrasonic energy.

Olympus juga merilis sebuah sistem videoscope endoskopi murah, bernama Axeon, untuk pasar negara berkembang termasuk China dan India, serta perangkat berbasis energi bedah, disebut Thunderbeat, produk pertama di dunia yang segel pembuluh dan jaringan luka menggunakan kedua bipolar frekuensi tinggi dan energi ultrasonik.

The firm said aims to sell 5,000 to 7,000 EVIS EXERA III systems, which costs about 10 million yen ($119,600), a year, and 3,000 to 3,500 Axeon systems, which will be under 2.5 million yen.

Perusahaan itu mengatakan mampu menjual 5.000 hingga 7.000 sistem EXERA EVIS III, dengan omzet sekitar 10 juta yen ($ 119.600), setahun, dan sistem Axeon 3.000 sampai 3.500, dimana omzetnya di bawah 2,5 juta yen.

It declined to reveal its sales target for Thunderbeat, whose system costs about $35,000 and handheld device around $850.

Namun menolak untuk mengungkapkan pencapaian penjualan bagi Thunderbeat, yang sistem biayanya sekitar $ 35.000 dan Perangkat genggam ini sekitar $ 850.

Olympus controls about 13 percent of the global energy-based surgical device market, lagging behind Covidien and Ethicon, a unit of Johnson & Johnson.

Olympus mengontrol sekitar 13 persen energi pasar berbasis perangkat bedah global, tertinggal dari Covidien dan Ethicon, sebuah unit dari Johnson & Johnson.

Olympus shares, which have lost nearly half their value since the scandal erupted, closed down 2.1 percent at 1,307 yen on Wednesday, against a 0.6 percent fall in the benchmark Nikkei average. ($1 = 83.6250 Japanese yen)

Saham Olympus, yang telah kehilangan hampir separuh nilainya sejak skandal itu meletus, ditutup melemah 2,1 persen menjadi 1.307 ¥ pada hari Rabu, terhadap penurunan 0,6 persen dalam Indeks rata-rata Nikkei. ($ 1 = ¥ 83,6250)

(Additional reporting by Chris Gallagher; Editing by Chris Lewis and Jonathan Thatcher)

(Tambahan pelaporan oleh Chris Gallagher; Editing oleh Chris Lewis dan Jonathan Thatcher)

Source: Reuters

Sumber: Reuters

2 Comments

  1. I just like the valuable info you provide to your articles. I will bookmark your blog and test once more here regularly. I am moderately sure I’ll be informed a lot of new stuff right here! Good luck for the following!

  2. Hi, I think your website might be having browser compatibility issues. When I look at your website in Chrome, it looks fine but when opening in Internet Explorer, it has some overlapping. I just wanted to give you a quick heads up! Other then that, terrific blog!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: